KEAMANAN SISTEM INFORMASI


Udah lama ga nulis, kali ini saya mau berbagi tulisan dan info seputar keamanan sistem informasi. Materi ini saya tulis sebagian dari apa yg telah saya pelajari selama perkualiahan dulu, dan dari berbagai sumber. Mudah-mudahan bisa bermanfaat walau saya tau ini jauh dari sempurna. Baiklah amri mulai aja daripada kepanjangan basa basi..:)

Bila kita memiliki sebuah hal yang sekiranya penting, maka hal yang semestinya dilakukan adalah menjaga agar hal penting tersebut terjaga dari segala macam bentuk ancaman yang bersifat merusak. Begitu juga dengan sebuah system. sistem yang baik adalah sistem yang terjaga dari segala bentuk ancaman yang mengakibatkan sistem tersebut menjadi rusak atau bisa kita sebut sebagai sistem yang aman. Jadi, keamanan sistem informasi adalah segala betuk mekanisme yang harus dijalankan dalam sebuah sistem yang ditujukan akan sistem tersebut terhindar dari segala ancaman yang membahayakan yang pada hal ini keamanannya melingkupi keamanan data atau informasinya ataupun pelaku sistem (user). Keamanan sebuah sistem tidak terjadi begitu saja, tetapi harus dipersiapkan sejak proses pendesignan sistem tersebut.

Sedangkan sistem informasi itu adalah gabungan dari berbagai proses yang menjalankan suatu pekerjaan (task) dan menghasilkan output atau hasil yang diinginkan. Sistem Informasi digunakan sebagai alat atau metode untuk membantu agar segala data atau informasi dapat diolah menjadi sebuah outputan yang lebih informatif dan dapat digunakan sesuai yang diinginkan. Jika kita berbicara tentang keamanan sistem informasi, selalu kata  Password yang dirujuk adalah pencegahan dari kemungkinan adanya virus, hacker, cracker dan lain-lain.  Padahal berbicara masalah keamanan sistem informasi maka kita akan berbicara kepada kemungkinan adanya resiko yang muncul atas sistem tersebut.

Keamanan informasi terdiri dari perlindungan terhadap aspek-aspek berikut:

1. Confidentiality (kerahasiaan) aspek yang menjamin kerahasiaan data atau informasi, memastikan bahwa informasi hanya dapat diakses oleh orang yang berwenang dan menjamin kerahasiaan data yang dikirim, diterima dan disimpan.

2. Integrity  (integritas) aspek yang menjamin bahwa data tidak dirubah tanpa ada ijin fihak yang berwenang (authorized), menjaga keakuratan dan keutuhan informasi serta metode prosesnya untuk menjamin aspek integrity ini.

3. Availability (ketersediaan) aspek yang menjamin bahwa data akan tersedia saat dibutuhkan, memastikan user yang berhak dapat menggunakan informasi dan perangkat terkait (aset yang berhubungan bilamana diperlukan). Keamanan informasi diperoleh dengan mengimplementasi seperangkat alat kontrol yang layak, yang dapat berupa kebijakan-kebijakan, praktekpraktek, prosedur-prosedur, struktur-struktur organisasi dan piranti lunak.

Tujuan Keamanan Sistem Informasi

Keamanan sistem mengacu pada perlindungan terhadap semua sumberdaya informasi organisasi dari ancaman oleh pihak-pihak yang tidak berwenang. Institusi/organisasi menerapkan suatu program keamanan sistem yang efektif dengan mengidentifikasi  berbagai kelemahan dan kemudian menerapkan perlawanan dan perlindungan yang diperlukan.

Keamanan sistem dimaksudkan untuk mencapai tiga tujuan utama yaitu; kerahasiaan, ketersediaan dan integritas.

1. Kerahasian. Setiap organisasi berusaha melindungi data dan informasinya dari pengungkapan kepada pihak-pihak yang tidak berwenang. Sistem informasi yang perlu mendapatkan prioritas kerahasian yang tinggi mencakup; sistem informasi eksekutif, sistem informasi kepagawaian (SDM), sistem informasi keuangan, dan sistem informasi pemanfaatan sumberdaya alam.

2.  Ketersediaan. Sistem dimaksudkan untuk selalu siap menyediakan data dan informasi bagi mereka yang berwenang untuk menggunakannya. Tujuan ini penting khususnya bagi sistem yang berorientasi informasi seperti SIM, DSS dan sistem pakar (ES).

3.  Integritas. Semua sistem dan subsistem yang dibangun harus mampu memberikan gambaran yang lengkap dan akurat dari sistem fisik yang diwakilinya.

Semakin meningkatnya kerentanan dan gangguan terhadap teknologi informasi telah membuat para pengembang dan pengguna sistem informasi untuk menempatkan perhatian yang khusus, terutama terhadap permasalahan-permasalahan yang dapat menjadi kendala untuk penggunaan sistem informasi secara memadai. Paling tidak ada 3 hal yang menjadi perhatian khusus di sini, yaitu:

1.  Bencana (disaster)

Perangkat keras komputer, program-program, file-file data, dan peralatan-peralatan komputer lain dapat dengan seketika hancur oleh karena adanya bencana, seperti:  kebakaran, hubungan arus pendek (listrik), tsunami, dan bencana-bencana lainnya. Jika bencana ini  menimpa, mungkin perlu waktu bertahun-tahun dan biaya yang cukup besar (jutaan dan bahkan mungkin milyaran rupiah) untuk merekonstruksi file data dan program komputer yang hancur. Oleh karenanya, untuk pencegahan atau meminimalkan dampak dari bencana, setiap organisasi yang aktivitasnya sudah memanfaatkan teknologi informasi biasanya sudah memiliki:

a.  Rencana Kesinambungan Kegiatan  (pada perusahaan dikenal dengan  Bussiness Continuity Plan) yaitu suatu fasilitas atau prosedur yang dibangun untuk menjaga kesinambungan kegiatan/layanan apabila terjadi bencana.

b.  Rencana Pemulihan Dampak Bencana “disaster recovery plan”, yaitu fasilitas atau prosedur untuk memperbaiki dan/atau mengembalikan kerusakan/dampak suatu bencana ke kondisi semula. Disaster recovery plan ini juga meliputi kemampuan untuk prosedur organisasi dan “back up”  pemrosesan, penyimpanan, dan  basis data.

 2.  Sistem Pengamanan (security)

Merupakan kebijakan, prosedur, dan pengukuran teknis yang digunakan untuk mencegah akses yang tidak sah, perubahan program, pencurian, atau kerusakan fisik terhadap sistem informasi. Sistem pengamanan terhadap teknologi informasi dapat ditingkatkan dengan menggunakan teknik-teknik dan peralatan-peralatan untuk mengamankan perangkat keras dan lunak komputer, jaringan komunikasi, dan data.

3.  Kesalahan (errors)

Komputer dapat juga menyebabkan  timbulnya kesalahan yang sangat mengganggu dan menghancurkan catatan atau dokumen, serta aktivitas operasional organisasi. Kesalahan (error) dalam sistem yang terotomatisasi dapat terjadi di berbagai titik di dalam siklus prosesnya, misalnya: pada saat entri-data, kesalahan program, operasional komputer, dan perangkat keras.

Kejahatan  komputer  dapat  digolongkan  kepada  yang  sangat  berbahaya sampai ke yang hanya mengesalkan (annoying). Menurut David Icove berdasarkan  lubang  keamanan,  keamanan  dapat  diklasifikasikan  menjadi empat, yaitu:

1. Keamanan  yang  bersifat  fisik  (physical  security):  termasuk  akses orang ke gedung, peralatan, dan media yang digunakan. Beberapa bekas penjahat komputer (crackers) mengatakan bahwa mereka sering pergi ke tempat  sampah  untuk  mencari  berkas-berkas  yang  mungkin  memiliki informasi   tentang  keamanan.  Misalnya  pernah  diketemukan  coretan password  atau  manual  yang  dibuang  tanpa  dihancurkan.  Wiretapping atau  hal-hal  yang  berhubungan  dengan  akses  ke  kabel  atau  komputer yang digunakan juga dapat dimasukkan ke dalam kelas ini.Denial  of  service,  yaitu akibat  yang  ditimbulkan  sehingga servis  tidak dapat diterima oleh pemakai juga dapat dimasukkan ke dalam kelas ini. Denial of service dapat dilakukan misalnya dengan mematikan peralatan atau  membanjiri  saluran  komunikasi  dengan  pesan-pesan  (yang  dapat berisi apa saja karena yang diutamakan adalah banyaknya jumlah pesan). Beberapa waktu yang lalu ada lubang keamanan dari implementasi pro- tokol  TCP/IP  yang  dikenal  dengan  istilah  Syn  Flood  Attack,  dimana sistem (host) yang dituju.

  1. Keamanan  yang  berhubungan  dengan  orang  (personel):  termasuk identifikasi,   dan   profil resiko dari orang yang mempunyai akses (pekerja).Seringkali kelemahan keamanan sistem informasi bergantung kepada manusia (pemakai dan pengelola). Ada sebuah teknik yang dike- nal  dengan  istilah  “social  engineering”  yang  sering  digunakan  oleh kriminal  untuk  berpura-pura  sebagai  orang  yang  berhak  mengakses informasi.  Misalnya  kriminal  ini  berpura-pura  sebagai  pemakai  yang lupa passwordnya dan minta agar diganti menjadi kata lain.
  2.  3.  Keamanan dari data dan media serta teknik komunikasi (communications).  Yang  termasuk  di  dalam  kelas  ini  adalah  kelemahan  dalam software yang digunakan untuk mengelola data. Seorang kriminal dapat memasang virus atau trojan horse sehingga dapat mengumpulkan infor- masi (seperti password) yang semestinya tidak berhak diakses.
  3.  4.      Keamanan  dalam  operasi:   termasuk  prosedur  yang  digunakan  untukmengatur dan mengelola sistem keamanan, dan juga termasuk prosedur setelah serangan (post attack recovery).

Aspek Keamanan Sistem Informasi

Didalam   keamanan   sistem  informasi   melingkupi empat aspek, yaitu privacy, integrity,  authentication, dan availability. Selain keempat hal di atas, masih ada dua aspek lain yang juga  sering  dibahas  dalam  kaitannya  dengan  electronic  commerce,  yaitu access control dan nonrepudiation.

1.      Privacy / Confidentiality

Inti utama aspek privacy atau confidentiality adalah usaha untuk menjaga informasi  dari  orang  yang  tidak  berhak  mengakses.  Privacy  lebih  kearah data-datayang sifatnya privatsedangkan confidentiality biasanya  berhubungan  dengan  data  yang  diberikan  ke  pihak  lain  untuk  keperluan tertentu (misalnya sebagai bagian dari pendaftaran sebuah servis) dan hanya diperbolehkan   untuk   keperluan   tertentu   tersebut.  Contoh   hal   yang berhubungan  dengan  privacy  adalah  e-mail  seorang  pemakai  (user)  tidak boleh  dibaca  oleh  administrator.  Contoh  confidential  information  adalah data-data yang sifatnya pribadi (seperti nama, tempat tanggal lahir, social security number, agama, status perkawinan, penyakit yang pernah diderita, nomor  kartu  kredit,  dan  sebagainya)  merupakan  data-data  yang  ingin diproteksi penggunaan dan penyebarannya. Contoh lain dari confidentiality adalah daftar pelanggan dari sebuah Internet Service Provider (ISP).

2.      Integrity

Aspek  ini  menekankan  bahwa  informasi  tidak  boleh  diubah  tanpa  seijin pemilik  informasi.  Adanya  virus,  trojan  horse,  atau  pemakai  lain  yang mengubah  informasi  tanpa  ijin  merupakan  contoh  masalah  yang  harus dihadapi. Sebuah e-mail dapat saja “ditangkap” (intercept) di tengah jalan, diubah isinya (altered, tampered, modified), kemudian diteruskan ke alamat yang dituju. Dengan kata lain, integritas dari informasi sudah tidak terjaga. Penggunaan  enkripsi  dan  digital  signature,  misalnya,  dapat  mengatasi masalah ini.Salah satu contoh kasus trojan horse adalah distribusi paket program TCP Wrapper (yaitu program populer yang dapat digunakan untuk mengatur dan membatasi   akses   TCP/IP)   yang   dimodifikasi   oleh   orang   yang   tidak bertanggung jawab.

Jika anda memasang program yang berisi trojan horse tersebut,  maka  ketika  anda  merakit  (compile)  program  tersebut,  dia  akan mengirimkan eMail kepada orang tertentu yang kemudian memperbolehkan dia masuk ke sistem anda. Informasi ini berasal dari CERT Advisory, “CA-99-01   Trojan-TCP-Wrappers”   yang   didistribusikan   21   Januari   1999.Contoh  serangan  lain  adalah  yang  disebut  “man  in  the  middle  attack” dimana seseorang menempatkan diri di tengah pembicaraan dan menyamar sebagai orang lain.

3.      Authentication

Aspek ini berhubungan dengan metoda untuk menyatakan bahwa informasi betul-betul asli, orang yang mengakses atau memberikan informasi adalah betul-betul  orang  yang  dimaksud,  atau  server  yang  kita  hubungi  adalah betul-betul server yang asli.Masalah pertama, membuktikan keaslian dokumen, dapat dilakukan dengan teknologi  watermarking  dan  digital  signature.  Watermarking  juga  dapat digunakan  untuk  menjaga  “intelectual  property”,  yaitu  dengan  menandai dokumen atau hasil karya dengan “tanda tangan” pembuat. Masalah   kedua   biasanya   berhubungan   dengan   access   control,   yaitu berkaitan  dengan  pembatasan  orang  yang  dapat  mengakses  informasi. Dalam  hal  ini  pengguna  harus  menunjukkan  bukti  bahwa  memang  dia adalah  pengguna  yang  sah,  misalnya  dengan  menggunakan  password,biometric  (ciriciri  khas  orang),  dan  sejenisnya.  Ada  tiga  hal  yang  dapat ditanyakan kepada orang untuk menguji siapa dia:

  • What you have (misalnya kartu ATM)
  • What you know (misalnya PIN atau password)
  • What you are (misalnya sidik jari, biometric)     
4. Availability

Aspek  availability  atau   ketersediaan  berhubungan  dengan  ketersediaan informasi ketika dibutuhkan. Sistem informasi yang diserang atau dijebol dapat menghambat atau meniadakan akses ke informasi. Contoh hambatan adalah serangan yang sering disebut dengan “denial of service attack” (DoS attack), dimana server dikirimi permintaan (biasanya palsu) yang bertubi- tubi atau permintaan yang diluar perkiraan sehingga tidak dapat melayani permintaan lain atau bahkan sampai down, hang, crash.

5.      Access Control

Aspek  ini  berhubungan  dengan  cara  pengaturan  akses  kepada  informasi. Hal  ini  biasanya  berhubungan  dengan  klasifikasi  data  (public,  private, confidential,   top   secret)   &   user   (guest,   admin,   top   manager,   dsb.), mekanisme  authentication  dan  juga  privacy.  Access  control  seringkali dilakukan  dengan  menggunakan  kombinasi  userid/password  atau  dengan

menggunakan mekanisme lain (seperti kartu, biometrics).

6.      Non-repudiation

Aspek ini menjaga agar seseorang tidak dapat menyangkal telah melakukan sebuah transaksi. Sebagai contoh, seseorang yang mengirimkan email untuk memesan barang tidak dapat  menyangkal  bahwa  dia  telah  mengirimkan email tersebut.  Aspek  ini  sangat  penting  dalam  hal  electronic  commerce. Penggunaan digital signature, certifiates, dan teknologi kriptografi secara umum dapat menjaga aspek ini. Akan tetapi hal ini masih harus didukung oleh  hukum  sehingga  status  dari  digital  signature  itu  jelas  legal.  Hal  ini akan dibahas lebih rinci pada bagian tersendiri.

Serangan Terhadap Keamanan Sistem Informasi

 Security attack, atau serangan terhadap  keamanan sistem informasi, dapat dilihat dari sudut peranan komputer atau jaringan komputer yang fungsinya adalah sebagai penyedia informasi. Menurut W. Stallings ada beberapa kemungkinan serangan (attack):

  1. Interruption:  Perangkat   sistem   menjadi   rusak   atau   tidak   tersedia.Serangan   ditujukan   kepada   ketersediaan   (availability)   dari   sistem.Contoh serangan adalah “denial of service attack”.
  2. Interception: Pihak yang tidak berwenang berhasil mengakses aset atauinformasi. Contoh dari serangan ini adalah penyadapan (wiretapping).
  3.  Modification:    Pihak    yang    tidak    berwenang    tidak    saja    berhasil mengakses, akan tetapi dapat juga mengubah (tamper) aset. Contoh dari serangan ini antara lain adalah mengubah isi dari web site dengan pesan- pesan yang merugikan pemilik web site.
  4.  Fabrication:    Pihak  yang tidak berwenang menyisipkan objek  palsu ke dalam sistem. Contoh dari serangan jenis ini adalah memasukkan pesan- pesan palsu seperti e-mail palsu ke dalam jaringan komputer.    
Pengamanan Sistem Informasi

Pengamanan informasi (dengan menggunakan  enkripsi) memiliki dampak yang  luar  biasa  dimana  hidup  atau  mati  seseorang  sangat  bergantung kepadanya.  Mungkin  contoh  nyata  tentang  hal  ini  adalah  terbongkarnya pengamanan informasi dari Mary, Queen of Scots, sehingga akhirnya dia dihukum   pancung.  Terbongkarnya  enkripsi  yang  menggunakan  Enigma juga  dianggap  memperpendek  perang  dunia  kedua.  Tanpa  kemampuan membongkar Enkripsi mungkin perang dunia kedua akan berlangsung lebih lama dan korban perang akan semakin banyak.

  •   Kriptografi

Kriptografi (cryptography) merupakan ilmu dan seni untuk menjaga pesan agar  aman.  (Cryptography  is  the  art  and  science  of  keeping  messages secure.  *40+)  “Crypto”  berarti “secret”  (rahasia)  dan  “graphy”  berarti “writing”   (tulisan).   Para   pelaku   atau   praktisi   kriptografi   disebut cryptographers. Sebuah algoritma kriptografik (cryptographic algorithm), disebut  cipher,  merupakan  persamaan  matematik  yang  digunakan  untuk proses enkripsi dan dekripsi. Biasanya kedua persamaan matematik (untuk enkripsi dan dekripsi) tersebut memiliki hubungan matematis yang cukup erat.Proses  yang  dilakukan  untuk  mengamankan  sebuah  pesan  (yang  disebut plaintext)  menjadi  pesan  yang  tersembunyi  (disebut  ciphertext)  adalah enkripsi  (encryption).  Ciphertext  adalah  pesan  yang  sudah  tidak  dapat dibaca dengan mudah. Menurut ISO 7498-2, terminologi yang lebih tepat digunakan

adalah “encipher”.

  • Enkripsi

Enkripsi digunakan untuk menyandikan data-data atau informasi sehingga tidak dapat dibaca oleh orang yang tidak berhak. Dengan enkripsi data anda disandikan  (encrypted)  dengan  menggunakan  sebuah  Password  (key).  Untuk membuka (decrypt) data tersebut digunakan juga sebuah  Password yang dapat sama   dengan   Password     untuk   mengenkripsi   (untuk   kasus   private   key cryptography)  atau  dengan   Password    yang  berbeda  (untuk  kasus  public  key cryptography).

 

Mengamankan Sistem Informasi

Pada   umunya,   pengamanan   dapat   dikategorikan   menjadi   dua   jenis: pencegahan  (preventif)   dan   pengobatan  (recovery).   Usaha   pencegahan dilakukan   agar   sistem   informasi   tidak   memiliki   lubang   keamanan, sementara  usaha-usaha  pengobatan  dilakukan  apabila  lubang  keamanan sudah dieksploitasi.Pengamanan sistem informasi dapat dilakukan melalui beberapa layer yang berbeda.  Misalnya  di  layer  “transport”,  dapat  digunakan  “Secure Socket Layer” (SSL). Metoda ini umum digunakan untuk server web.

Secara fisik, sistem  anda  dapat  juga  diamankan  dengan  menggunakan  “firewall”  yang memisahkan  sistem  anda  dengan  Internet.  Penggunaan  teknik  enkripsidapat dilakukan di tingkat aplikasi sehingga data-data anda atau e-mail anda tidak dapat dibaca oleh orang yang tidak berhak.

  • Mengatur akses (Access Control)

Salah  satu  cara  yang  umum  digunakan  untuk  mengamankan  informasi adalah dengan mengatur akses ke informasi melalui mekanisme “authentication”  dan  “access  control”.  Implementasi  dari  mekanisme  ini antara lain dengan menggunakan “password”.Di sistem UNIX dan Windows NT, untuk menggunakan sebuah sistem atau komputer,   pemakai   diharuskan   melalui   proses   authentication   dengan menuliskan   “userid”   dan   “password”.   Informasi yang diberikan ini dibandingkan dengan user id dan password yang berada di sistem. Access control ini biasanya dilakukan  dengan  mengelompokkan  pemakai  dalam  “group”.  Ada  group yang  berstatus  pemakai  biasa,  ada  tamu, dan  ada  juga  administrator atau super   user   yang   memiliki   kemampuan   lebih   dari   group   lainnya. Pengelompokan ini disesuaikan dengan kebutuhan dari penggunaan sistem anda.

  • Shadow Password

Salah  satu  cara  untuk  mempersulit  pengacau  untuk  mendapatkan  berkas yang berisi password (meskipun terenkripsi) adalah dengan menggunakan “shadow  password”.  Mekanisme  ini  menggunakan  berkas  /etc/shadow untuk  menyimpan  encrypted  password,  sementara  kolom  password  di berkas  /etc/passwd berisi  karakter  “x”.  Berkas  /etc/shadow tidak dapat dibaca secara langsung oleh pemakai biasa.

  • Menutup servis yang tidak digunakan

Seringkali  sistem  (perangkat  keras  dan/atau  perangkat  lunak)  diberikan dengan  beberapa  servis  dijalankan  sebagai  default.  Sebagai  contoh,  pada sistem UNIX servis-servis berikut sering dipasang dari vendornya: finger, telnet, ftp, smtp, pop, echo, dan seterusnya. Servis tersebut tidak semuanya dibutuhkan.  Untuk  mengamankan  sistem,  servis  yang  tidak  diperlukan  di server (komputer) tersebut sebaiknya dimatikan.

  • Memasang Proteksi

Untuk  lebih  meningkatkan  keamanan  sistem  informasi,  proteksi  dapat ditambahkan. Proteksi ini dapat berupa filter (secara umum) dan yang lebih spesifik  adalah  firewall.    Filter  dapat  digunakan  untuk  memfilter  e-mail, informasi, akses, atau bahkan dalam level packet.

  • Firewall

Firewall  merupakan   sebuah  perangkat  yang  diletakkan  antara  Internet dengan  jaringan  internal  Informasi  yang keluar atau masuk harus melalui firewall ini.Tujuan utama dari firewall adalah untuk menjaga (prevent) agar akses (kedalam  maupun  ke  luar)  dari  orang   yang  tidak  berwenang  (unauthorized access) tidak dapat dilakukan. Konfigurasi dari firewall

bergantung kepada kebijaksanaan (policy) dari organisasi yang bersangkutan, yang dapat dibagi menjadi dua jenis:

  1. apa-apa   yang   tidak   diperbolehkan   secara   eksplisit   dianggap   tidak diperbolehkan (prohibitted).
  2. apa-apa  yang  tidak  dilarang  secara  eksplisit  dianggap  diperbolehkan (permitted).
  •  Backup secara rutin

Seringkali  tamu  tak  diundang  (intruder)  masuk  ke  dalam  sistem  dan merusak sistem dengan menghapus berkas-berkas yang dapat ditemui. Jika intruder   ini   berhasil   menjebol   sistem   dan   masuk   sebagai   super   user (administrator),  maka  ada  kemungkinan  dia  dapat  menghapus  seluruh berkas. Untuk itu, adanya backup yang dilakukan secara rutin merupakan sebuah  hal  yang esensial. Bayangkan apabila yang  dihapus  oleh tamu  ini adalah   berkas   penelitian,   tugas   akhir,   skripsi,   yang   telah   dikerjakan bertahun-tahun. Untuk sistem yang sangat esensial, secara berkala perlu dibuat backup yangletaknya  berjauhan  secara  fisik.  Hal  ini  dilakukan  untuk  menghindari hilangnya   data   akibat   bencana   seperti   kebakaran,  banjir, dan lain sebagainya. Apabila data-data dibackup akan tetapi diletakkan pada lokasi yang sama, kemungkinan data akan hilang jika tempat yang bersangkutan mengalami bencana seperti kebakaran.

  • Penggunaan Enkripsi untuk meningkatkan keamanan

Salah  satau  mekanisme  untuk  meningkatkan  keamanan  adalah  dengan menggunakan  teknologi  enkripsi.  Data-data  yang    anda  kirimkan  diubah sedemikian rupa sehingga tidak mudah disadap. Banyak servis di Internet yang   masih   menggunakan   “plain   text”   untuk   authentication,   seperti penggunaan  pasangan  userid  dan  password.  Informasi  ini  dapat  dilihat dengan mudah oleh program penyadap atau pengendus (sniffer).

Cukup sekian tulisan saya seputar konsep keamanan sistem informasi, semoga aja bermanfaat. Nanti kalau ada kesempatan bakal saya posting lagi yang lebih rinci tentang security sistem ini.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: