Curhatan Seputar Rooting Android


Apa kabar lagi semua,,sekarang kayaknya lagi mood buat nulis lagi disini, krena biasanya frekuensi nulis di blog bisa dibilang ga teratur alias sesuka hati, karena sejak adanya twitter jadi ide2 tulisan cma disampaikan lewat tweet2 aja, krena males nulis panjang2..:D

Oke,,sekarang saya cuma mau sedikit bercerita tentang kejadian kemaren (20/11/12) di twitter…Awanya dimulai ketika salah satu media online memuat berita tentang Pentingkah Root di Android..?? Naah,disana banyak yg nge RT dan bilang kalo root itu penting tpi ga sedikit blang root itu ga penting dan tergantung kebutuhan pengguna aja. Tapi ada satu akun yg dengan tegas bilang kalo Root Android itu penting sekali dan kalo ga rooting berarti bukan ‘smartuser’ alias ga paham penggunaan..Membaca itu sedikit memancing saya utk ikut berkomentar dengan membalas “melakukan rooting bkn berarti smartuser, bgtu jga sebaliknya ga rooting bkn berarti ga ngerti Android”..

Saya memberikan alasan kalo sebenarnya rooting Android itu penting tergantung dari pengguna itu sendiri, karena rooting berarti kita memiliki kekuasaan mutlak untuk mengakses dan mengeksekusi semua file, command, system, dalam sistem operasi Android, serta menambah aplikasi yg ada di dalamnya. Tapi tindakan rooting bukanlah hal yg mutlak utk dilakukan, karena ga semua pengguna Android memerlukan tindakan rooting apalagi sekarang gadget2 Android semakin canggih jadi rooting tidaklah terlalu penting. Rooting mungkin cuma dilakukan oleh pengguna yg ingin memaksimalkan fungsi Android utk bermain games, jadi bebas utk menginstal aplikasi tambahan dan merubah setingan2 dasar. Jadi kalo pengguna cuma memakai Android utk kegiatan sehari-hari yang biasa, rooting tidak perlu dilakukan, karena walaupun rooting kedengarannya baik tapi tidak sedikit efek yang mungkin bisa datang,, seperti resiko masuknya malware ataupun mungkin gadget bisa mati total..:)

Pasti pada bingung yanh dengan penjelasan saya diatas..?Nih, simak aja beberapa kekurangan dan kelebihan melakukan rooting Android..cekidot

Kekurangan Root Android:

  • Dapat menghilangkan garansi handphone

Kenapa rooting Android dapat menghilangkan garansi? Root itu diibaratkan seperti “segel garansi”. Analoginya seperti ini, apabila Anda membeli komputer buatan pabrik (bukan komputer rakitan), biasanya akan dilengkapi dengan segel atau stiker garansi. Segel ini biasanya akan rusak bila kita membuka casing computer.

Jika kita ingin meningkatkan kemampuan komputer, misalnya dengan mengganti kartu grafis komputer dengan yang lebih baik, otomatis kita harus membuka casing komputer dan secara otomatis akan merusak segel garansi. Apakah dengan membongkar casing akan menyebabkan komputer menjadi rusak? Tentu saja tidak.

Namun, jika terjadi kerusakan apakah akan menghanguskan garansi? Sudah jelas, karena pihak service center melihat bahwa segel garansi telah rusak dan memberi vonis bahwa komputer rusak karena dibongkar, padahal kerusakan disebabkan faktor lain.

Sama halnya dengan root Android. Jika HP Anda mengalami kerusakan, misalnya speaker tidak berbunyi dan Anda membawa ke Service Center dengan kondisi ter-root, maka ada kemungkinan klaim garansi akan ditolak dan dikatakan bahwa ponsel rusak akibat proses root, padahal sebenarnya tidak.

Namun sebenarnya Anda tidak perlu terlalu khawatir, berbeda dengan segel garansi, proses root dapat dibalikkan atau ponsel dikembalikan ke kondisi awal. Proses ini dinamakan Unroot. Jika proses unroot dilakukan, maka secara otomatis garansi akan berlaku kembali.

Catatan: Bila ingin membawa HP ke service center, selain dilakukan unroot, sebaiknya lakukan juga factory reset (menghilangkan semua data dan aplikasi yang terinstall)

  •  Masalah keamanan

Sebenarnya untuk yang satu ini masih menjadi perdebatan. Dikatakan bahwa dengan melakukan Root, maka aplikasi-aplikasi malware seperti virus atau Trojan dapat dengan mudahnya masuk ke file sistem dan melakukan pengrusakan atau melakukan pencurian data-data pengguna.

Keuntungan Root Android:

  • Dapat Menginstall Aplikasi yang Membutuhkan Akses Root

Berikut adalah beberapa contoh aplikasi yang membutuhkan akses root yang paling banyak diinstall:

App2Card dan Link2SD : Dengan aplikasi ini memungkinkan pengguna untuk memindahkan semua aplikasi ke SD Card.
Titanium Backup : Aplikasi ini berguna untuk membackup semua aplikasi yang terinstall. Bukan hanya itu saja, aplikasi ini dapat juga mem-back up data-data aplikasi seperti pengaturan (setting-an), dll.
Aplikasi ScreenShot : Berguna untuk mengambil screen shot dari layar handphone.
Wi-Fi tether : Aplikasi ini dapat menjadikan ponsel Android membagi koneksi internetnya melalui jaringan Wi-Fi. Catatan: pada sistem Android 2.2 Froyo keatas, aplikasi ini sudah terinstall pada handphone.’

  •  Dapat menginstall custom ROM

Apa itu custom ROM? Custom ROM adalah sistem operasi Android kustom (alternatif) atau bukan buatan vendor ponsel. Custom ROM dikembangkan oleh komunitas penggemar sistem operasi Android. Catatan: dengan melakukan root bukan berarti Anda dapat langsung melakukan instalasi Custom ROM, namun kebanyakan handphone Android membutuhkan akses root bila ingin diinstall custom ROM.

  • Dapat melakukan pengaturan untuk memaksimalkan kinerja ponsel.

Salah satu pengaturan yang dapat dilakukan adalah overclock processor. Dengan melakukan overclock, processor dapat “dipaksa” kerja lebih cepat dari kecepatan bawaannya yang secara keseluruhan dapat meningkatkan kinerja ponsel. Namun demikian, overclock dapat memperpendek usia processor, membuat baterai lebih boros dan cepat panas dan juga ada kemungkinan menyebabkan sistem menjadi tidak stabil.

  •  Dapat Uninstall Aplikasi Bawaan Pabrik

Dengan melakukan root, kita dapat melakukan uninstall aplikasi-aplikasi bawaan pabrik yang tidak berguna dan hanya memenuhi memori telepon. Namun, jika Anda berniat melakukan hal ini sebaiknya berhati-hati, karena jika salah uninstall dapat menyebabkan kinerja handphone menjadi tidak sempurna. Sebaiknya jangan dilakukan bila tidak terlalu diperlukan.

Itu tadi sedikit penjelasan mengenai kekurangan dan kelebihan dari melakukan Rooting Andorid,, semuanya tergantung dengan pengguna, apakah menganggap Rooting perlu atau tidak..Tapi yang jelas hilangkan anggapan kalau tidak melakukan rooting bukan berarti tdk “smartuser”.  Smartuser pada dasarnya adalah “pengguna yang tahu mana yang baik dan yang tidak untuk gadget yang dipakainya, bukan hanya mengikuti tren rooting tapi memahami secara mendalam tentang efek2nya..”

Sekian tulisan yang sederhana ini, walau mungkin ga penting bagi semua orang tapi niatnya baik ingin memberikan informasi yg bermanfaat..Semoga saya tetap diberikan hidayah dari Tuhan untuk tetap konsisten menulis di Blog..:D

    • dirgavbreen
    • November 22nd, 2012

    good

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: